English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Home » , , » Apakah Rakyat Boleh Demo pada Pemimpinnya?

Apakah Rakyat Boleh Demo pada Pemimpinnya?

Written By Blogs owner SidikRizal on Rabu, 21 Oktober 2015 | 18.00

Jika kamu bilang demonstrasi (demo) bisa merubah keadaan dan kebijakan pemimpinmu, coba bayangkan kalau kalian yang jadi pemimpin. Apa kalian suka dipaksa merubah kebijakan atau melakukan sesuatu atas pertimbangan rakyat yang lebih sering awamnya daripada fahamnya?

Jika kau anggap demo bisa merubah kesejahteraan rakyat, lalu kenapa kalian pilih pemimpin yang tak bisa memenuhi kapasitasnya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas kesejahteraan seperti yang kalian inginkan?

Jika kalian anggap demo bisa merubah keadaan, maka apakah demo bisa menghilangkan bencana alam, seperti kabut asap, gempa bumi dan banjir besar?
Memperumit bisa!

Kenapa gak rubah cara pandang kalian? Misalnya; musim kemarau ini lihat sisi baiknya, kita bisa jemur pakaian, kerupuk kulit & ikan asin bukan?

Mending kalian berbuat lebih kreatif daripada demo untuk bisa menemui pemimpin kalian dan jangan sampai media tahu apa isi pembicaraan kalian, apalagi di-youtube-in.

Jauh lebih baik kalian bertemu pemimpin kalian dan bicara dari hati ke hati. Katakan keresahan kalian. Betul sekali, boleh stand up comedy tentunya.

Dengan penampilan ini saja, dulu kami pernah dianggap teroris. Apa kalian mau, dengan sandangan mahasiswa, kalian dianggap pendemo anarkis?

BEM itu gak cuma berfungsi sebagai KORLAP. Tapi juga sebagai penampung aspirasi rakyat kelas tertentu, yakni kaum terdidik. Bertingkahlah sepertt kaum pintar yang terdidik.

Karena kelak generasi seperti kalianlah (BEM) yang akan jadi PEMIMPIN NEGERI INI. Kalian mau didemontrasi dengan cara yang TIDAK SANTUN atau dengan cara BERPANTUN?

Kalian pasti akan memilih cara yang tidak membuat kita sakit hati bukan?

Gaya protes dengan berpantun kan lebih indah dan enak diperhatikan. Jika kurang santun, maka perbanyaklah berpantun. Semoga lebih santun.

Atau kalian belum tahu artinya SANTUN? | Apaan? Ekstrak kelapa parut?

SANTUN adalah sifat dasar manusia untuk menunda hukuman dan lebih mendahulukan tindakan memberi kesempatan pada orang lain untuk memperbaiki diri daripada memberi hukuman.

Padanan kata SOPAN, SANTUN dan PEMAAF adalah hal yang paling sering kita dengar, tapi jarang kita terapkan pada diri kita secara bersamaan bukan?

Sifat SANTUN biasanya berbarengan dengan sifat PEMAAF. Kita mungkin bisa sopan, tapi kita tak bisa santun, apalagi pemaaf. Misalnya; bla... bla... bla...

Bayangkan kau pemimpin negeri ini & para mahasiswa itu sebagai anak bayimu. Pasti kenakalan mereka tak kan membuatmu membencinya bukan?

Anggaplah pemimpinmu sekarang, yg gak ganteng-ganteng serigala itu, sbg ayahmu. Seburuk-buruknya dia pasti masih lebih buruk beruk, bukan?

Misalnya: @jokowi kinerjanya selama 1 tahun terakhir kurang memuaskan. Anggap saja bapakmu juga tak pernah bisa memuaskan seluruh anggota keluarga bukan? Tanya ibumu, gimana masalah ranjang tidurnya. Gak mungkin kalian tanya ibumu tentang masalah ranjang tidur ayahmu di depan orang banyak bukan? Bahkan bertanya saja kalian tak berani bukan? Kecuali dengan sindiran. Itupun bukan hak dan kapasitasmu, dan bukan hal yang sepantasnya.

Jadi kalian anggota BEM, bijaklah dalam berdemonstrasi. Hilangkan spanduk kritik tajam yang tak santun dengan sesuatu yang mengajak pada ketenangan.

Seburuk-buruknya pemerintahan @jokowi kan masih ada pemimpin yang lebih buruk di luar negeri sana bukan? Salah siapa pilih JKW-JK? Salah rakyat Zimbabwe lah. Kenapa mereka gak pilih lawannya Jokowi.

Apa dengan tulisan opini saya ini lalu saya dicap berpihak pada @jokowi? Lah saya mah gak milih dia. Kalian yang milih dia, kalian yang demo.

Jadi kritiklah JKW-JK dgn cara elegan. Bukan mengkritik dengan cara elek, Gan!

Siapa yang melarang kalian berdemo? Tapi berdemolah dengan santun, hilangkan pemicu potensi anarkis seperti membakar ban. Jauh lebih menyenangkan jika membakar ayam bukan? Ini demo memasak, Bro.

Setelah kalian diberi kesempatan untuk berdialog dengan pemimpin kalian, maka sampaikanlah secara santun apa yg perlu diketahui publik.

Dan jangan publikasikan kepada media, apa yang tak pantas untuk didengar seluruh rakyat. Itu jauh lebih bijak bukan? Jika kalian tidak bijak, pasti kalian cuma pembajak.

Setelah kalian diberi kesempatan untuk berdialog dengan pemimpin kalian, maka sampaikanlah secara santun apa yg perlu diketahui publik.

Sedangkan kritik pedas serta koreksi tajam atas kinerja pemimpin kalian, sebaiknya sampaikan secara tertulis dan tak perlu menghinakannya. Kenapa kita menghina orang yang sudah hina, coba? Kan sama seperti kita menangkap maling, lalu digebuki massa, lalu kita teriaki "Maling lo ya!" Kenapa gak kita teriaki yang levelnya lebih tinggi dikit, misalnya; "Koruptor lo ya! Atau presiden lo ya!"

Tulisan ini berlanjut. Tergantung nanti, apakah ada show tunggal DikRizal Show?

0 komentar:

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. webrizal.com - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger